Jumat, 27 Juli 2012

Saya Orang Batak

Beberapa waktu ini saya sering mendapat pertanyaan dari pasien asal suku saya. Entah kenapa mereka  kepo banget soal suku saya, tapi saya selalu menjawab dengan senyuman semanis madu (*hening..abaikan), "Saya orang Batak".

Sejak kecil terus terang saya kurang suka kalau teman-teman tahu saya orang batak. Batak identik dengan supir angkot, kasar, keras, pelit. Saya tidak suka tiba-tiba teman SD saya memanggil saya "Horas bah!" atau menambahkan awalan atau akhiran "bah" di setiap kalimatnya. Yah, memang tidak semua teman SD saya seperti itu, hanya beberapa teman yang jahil. Tapi saya, yang pada saat itu masih SD, tidak suka.

Papa saya batak, mama saya dari Solo. Papa saya Sihite. Mama saya sudah ditahbiskan sebagai bagian dari suku batak dengan diberi marga Hutabarat. Sebenarnya saya tidak jauh dengan budaya batak, saya sering diajak ke acara batak dan mendengar lagu-lagu batak. Saya juga diajarkan silsilah keluarga Sihite dan keturunan keberapa saya. Saya diajarkan untuk menghafal bagaimana saya memanggil mereka. Namun di satu sisi saya juga banyak dikenalkan dengan adat Jawa/Solo dari mama. Saya dilahirkan di Jakarta, bertumbuh, berkembang, bermain, bersekolah di Bekasi dan Jakarta. Saya tidak mengerti bahasa Batak karena di rumah tidak ada yang berbicara dengan bahasa Batak. Waktu kecil, kalau ditanya oleh teman atau guru saya mengenai suku saya, saya menjawab, "Jawa". Bukan karena saya bangga karena saya juga berdarah Jawa dari mama saya, tetapi lagi-lagi karena saya tidak suka dengan Batak.

Waktu saya kecil, saya sering diajak main ke rumah saudara-saudara papa. Sepupu saya sebagian besar laki-laki, saya juga tidak memiliki saudara perempuan, jadi saya bisa dibilang ingin dianggap setara atau sama kuat dengan abang-abang atau sepupu laki-laki saya. Waktu itu saya benci sekali ketika disuruh ikut ke dapur, mereka bilang "anak perempuan/boru harus bantu-bantu di dapur. Masa boru batak main di depan sama laki-laki, sana bantuin kakakmu di dapur." Hal ini berkali-kali dikatakan kepada saya setiap saya berkunjung ke rumah saudara-saudara papa. Sementara kalau saya berkunjung ke rumah saudara mama, saya bebas bermain, tidak harus membantu di dapur. Ini membuat saya berpikir bahwa orang batak nggak asik. Saya kesal karena mereka selalu menyuruh saya ke dapur, ini membuat saya berpikir bahwa orang batak merendahkan perempuan. Perempuan kerjanya di dapur, sementara laki-laki ongkang-ongkang kaki di depan. Ini pikiran masa kecil saya.

Beranjak remaja, hal seperti itu masih berulang. Hal lainnya adalah saya sering dibanding-bandingkan dengan anaknya keluarga batak "A", atau sepupu "B" yang sukses. Saya harus bisa lebih dari mereka. Sebenarnya hal ini baik kan? Kalau saat ini sih saya mengerti bahwa itu dilakukan orang tua saya supaya saya terdorong untuk maju. Tapi saya di masa remaja dulu merasa capek dengan hal ini. Saya lebih muak lagi jika ada keluarga yang membanggakan anaknya. Sebenarnya ini juga hal yang wajar ketika orangtua membanggakan anaknya kan? Saya pun sering sekali dibanggakan oleh orang tua, tetapi dalam kadar yang wajar, tidak sampai mencela orang lain. Kejadian-kejadian yang saya alami seringkali mengantarkan saya kepada kesimpulan bahwa orang batak memang dekat dengan kesombongan. Itulah yang masih saya tangkap sampai sekarang.  

Di masa SMA, saya sempat berkata pada diri saya sendiri kalau saya tidak akan pacaran dengan pria Batak. Semakin kuat rasanya ketidaksukaan saya pada batak. Saya sering menemukan orang batak yang merasa bahwa merekalah suku terbaik dengan persaudaraan yang sangat kuat. Menurut saya bangga tidak ada salahnya, tapi tidak berlebihan. Persaudaraan yang sangat kuat? Pengalaman saya mengatakan tidak juga. Tapi ini pengalaman pribadi saya saja, secara umum katanya sih iya. Saya belum pernah benar-benar merasakannya.

Mulai kuliah, saya bertemu dengan beberapa mahasiswa batak. Bergaul dengan beberapa dari mereka membuat saya bersyukur papa saya tidak pernah memaksa saya harus mencari jodoh yang sesuku alias Batak. Papa saya demokratis, mau mendengarkan pendapat anaknya dulu, tidak langsung memaksa atau mengkondisikan anaknya ke dalam perasaan bersalah karena berbeda pendapat dengan orang tua. Papa saya tidak pernah menunjukkan sifat kebatakan yang "angkuh" seperti yang saya sebutkan di atas. I love you, papa. 

Jadi begitulah, bertahun-tahun saya sulit mengakui kalau saya orang batak. Lucunya sodara-sodara, di masa kuliah ini saya malah bertemu dengan seorang pria batak! Dia berbeda dengan orang batak kebanyakan yang saya kenal. Dia sangat humble, sangat halus ucapan dan perasaannya, dan tidak suka memaksa. Awalnya saya tidak berminat ketika saya tahu dia mulai mendekati saya. Anyway, saya orangnya murah senyum lebaarrr dan tertawa, sering membuat ge'er beberapa pria. Saya suka berteman. Jadi, saya biarkan dia mengenal saya dulu, jalan bareng, olahraga bareng. Saya suka olahraga, jadi begitu diajak joging bareng, saya senang karena ada teman joging. Awalnya cuma itu, tapi ternyata tanpa saya sadari, saya mulai tertarik dengannya. Dia berbeda dengan batak di mindset saya sebelumnya. Saya yang dulu tidak ingin punya pacar batak, sekarang malah pacaran dengan orang batak selama hampir 6,5 tahun. Psstttt, orang batak itu setia juga loh. Nah, mulai dari sinilah saya mau mulai belajar lagi tentang budaya batak.

Saya mulai menyadari bahwa biar bagaimanapun darah batak mengalir deras dalam diri saya. Saya tidak bisa  menyangkal itu. Di masa kuliah saya mulai banyak belajar istilah-istilah batak, berteman dengan banyak orang batak, sampai makan makanan batak! Ya, saya tidak suka sangsang, arsik ikan mas, panggang. Tapi di acara persekutuan mahasiswa batak dulu entah mengapa saya tergoda ingin mencoba sangsang. Walau sampai sekarang saya masih belum menyukai sangsang, setidaknya saya pernah berhasil makan sangsangnya sedikit tanpa saya muntahkan lagi! Walau masih banyak saya menemukan karakter-karakter batak yang angkuh, walau sering saya tidak setuju dengan sifat merasa-paling-benar beberapa dari mereka, tapi anehnya saya menikmati saja berteman dengan mereka. Bagaimanapun juga, saya harus bangga menjadi orang batak. Saya bangga dengan kebudayaannya, walaupun ada beberapa adatnya yang saya tidak setuju karena bertentangan dengan keyakinan Kristen, tapi adat yang bertentangan tersebut sudah mulai ditinggalkan. Saya cukup bangga dengan integritas mereka untuk tetap melestarikan budaya batak. Karena budaya itu nilainya mahal sodara-sodara. Negara ini sudah cukup terpuruk dengan berbagai permasalahan ekonomi, sosial, politik, dan agama. Jangan sampai kebudayaan ini hilang di tangan generasi baru seperti saya. Bangsa lain tertarik dengan budaya di Indonesia. Kenapa kita nggak? Hingga saat ini, saya memutuskan untuk bangga menyatakan, "Saya orang Batak."

Bell's Palsy - Lumpuh/Lemah Wajah Sebelah

Suatu pagi Ibu Iyem mengeluh kelopak mata kanannya terasa berat untuk ditutup, tidak bisa mengedip berbarengan dengan mata kiri, dan pandangan mata kanannya kabur. Awalnya dia mengira karena masih mengantuk, namun keluhan ini berlangsung sepanjang hari. Ketika melihat ke cermin, mulutnya mencong ke sisi kiri. Ibu Iyem panik karena menyangka dirinya terkena serangan stroke dan segera memeriksakan diri ke dokter.

Serangan lumpuh atau lemah pada wajah sesisi seperti yang dialami Ibu Iyem ( hanya nama ilustrasi ya..) di atas sering menimbulkan rasa panik atau ketakutan bagi sebagian besar orang karena sering disangka stroke. Nah, jika anda mengalami kejadian seperti yang dialami Bu Iyem di atas, tidak perlu langsung panik sodara sodara! Rasa panik dan khawatir itu tidak baik untuk kesehatan psikis kita juga. Tidak perlu panik, karena belum tentu itu stroke, tetapi Bell's Palsy. Ayo yang sudah pernah dengar tentang Bell's Palsy acungkan tangan! *Tepuk tangan panjang. 
Yuk, kita kenali apa itu Bell's Palsy, apa bedanya dengan stroke.

Apa itu Bell's Palsy?
Bell's Palsy adalah suatu kelainan pada saraf wajah yaitu saraf fasialis yang menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan tiba-tiba pada otot di satu sisi wajah. Bell's palsy ini ditemukan oleh seorang ahli anatomi Skotlandia yang namanya Sir Charles Bell. 

Gejalanya?
Bell's palsy ini terjadi secara tiba-tiba dengan gejala yang beragam. Namun gejala yang sering terjadi ya seperti yang dialami Ibu Iyem di atas, wajah mencong ke salah satu sisi dimana sisi wajah yang terkena menjadi datar dan penderita merasa wajah seperti terpuntir, sulit menutup kelopak mata atau tidak dapat menutup sempurna. Selain itu dapat juga terjadi gangguan pengecapan, hipersalivasi (produksi air ludah berlebih), mata terasa perih, rasa baal pada satu sisi wajah yang terkena, hiperakusis (sensasi pendengaran yang berlebihan), serta rasa nyeri di sekitar telinga.

Jadi, apa bedanya dengan stroke?
Beda!! Pokoknya beda!!*Dokter macam apa ini.
Pada serangan stroke, kelumpuhan atau kelemahan tidak hanya terjadi di wajah, tetapi juga disertai kelemahan anggota gerak. Kenapa bisa begitu? Karena letak kerusakan sarafnya berbeda dengan Bell's Palsy. Stroke disebabkan oleh terganggunya bagian otak yang mengatur pergerakan salah satu sisi tubuh, termasuk wajah. Sedangkan Bell's Palsy, gangguan terjadi di perifer alias bukan di otak (sentral) yaitu di saraf fasialis perifer.



Apa penyebab Bell's Palsy?
Penyebabnya tidak diketahui dengan pasti. Beberapa ahli meyakini virus herpes simpleks menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada saraf fasialis. Selain itu kerusakan saraf fasialis bisa juga disebabkan oleh penekanan saraf fasialis oleh tumor otak, infeksi telinga tengah, dan kerusakan wajah di dasar tengkorak. Bell's palsy juga dapat disebabkan oleh angin dingin yang masuk ke dalam tengkorak sehingga membuat saraf fasialis menjadi sembab lalu membesar, akibatnya saraf fasialis terjepit dan akhirnya lumpuh. Pesan saya untuk pengendara sepeda motor jarak jauh, pakailah helm full face karena terjangan angin dari depan berisiko untuk terjadinya Bell's Palsy. Waspadalah! Waspadalah! *Ala Bang Napi. Waspada juga faktor risiko angin dingin langsung dari AC. Pindahlah dari posisi tidak menguntungkan ini sebelum anda menyesal! *Apa coba.

 Pengobatannya bagaimana?
Pengobatan dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah pengaruh psikologi pasien terhadap kelumpuhan saraf ini. Tetapi sekali lagi tidak perlu panik dulu, prognosis (kemungkinan sembuh) Bell's Palsy umumnya  baik. Penyembuhan komplit dapat tercapai pada 85 % kasus, penyembuhan dengan asimetri otot wajah yang ringan sekitar 10% dan 5% penyembuhan dengan gejala sisa berat. 

Beberapa ahli percaya bahwa kortikosteroid misalnya prednison harus diberikan dalam jangka waktu tidak lebih dari 2 hari dari timbulnya gejala dan dilanjutkan 1-2 minggu tappering off. Kombinasi penggunaan kortikosteroid dan Antiviral oral memberikan hasil yang lebih baik daripada penggunaan kortikosteroid oral saja dan akan lebih baik bila terapi diberikan dalam 72 jam pertama.

Disamping terapi obat-obatan, pada kasus Bell’s palsy juga dilakukan perawatan mata dan fisioterapi. Perawatan mata tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya kekeringan pada kornea karena kelopak mata yang tidak dapat menutup sempurna dan produksi air mata yang berkurang. Perawatan ini dapat dilakukan dengan menggunakan artificial tear solution pada waktu pagi dan siang hari dan salep mata pada waktu tidur. Gunakanlah kacamata bila keluar rumah untuk menghindari debu.

Penderita juga harus sabar karena diperlukan kontrol rutin dalam waktu yang lumayan lama (sekitar 3 bulan) untuk penyembuhan. 

Anda bisa melakukan terapi di rumah untuk mempercepat penyembuhan antara lain dengan latihan wajah. Latihan wajah bisa dilakukan pagi dan sore hari. Lakukan latihan sebaik mungkin. Pada fase akut dapat dimulai dengan kompres hangat dan pemijatan pada wajah, hal ini berguna meningkatkan aliran darah pada otot-otot wajah. Kemudian latihan dilanjutkan dengan gerakan-gerakan wajah tertentu yang dapat merangsang otak untuk tetap memberi sinyal untuk menggerakan otot-otot wajah. Sebaiknya latihan ini dilakukan di depan cermin. Gerakan yang dapat dilakukan berupa:
- Tersenyum
- Mencucurkan mulut, kemudian bersiul
- Mengatupkan bibir
- Mengerutkan hidung
- Mengerutkan dahi
- Gunakan telunjuk dan ibu jari untuk menarik sudut mulut secara manual
- Mengangkat alis secara manual dengan keempat jari
- Menutup mata

Sekian dulu cerita dari saya tentang Bell's Palsy. Tulisan ini saya dapat dari berbagai sumber informal. Ciao! *Salto 3 kali.




Senin, 23 Juli 2012

Persiapan sejauh ini baru..

Lama sekaliii saya nggak ngeblog..*sambil ngelap-ngelap debu dari blog.

Bagaimana persiapan wedding saya?
Oh well..sejauh ini baru browsing-browsing, ngumpulin daftar penjahit kebaya di jakarta bekasi,kunjungan ke penjahit/designer..satu-satunya yang sudah deal baru foto prewed, saya selalu semangat kalau soal foto, walau belum tahu mau foto kapan, mumpung dapet diskonan banyak dari Bintang Merah Photography Semarang. Kenapa di Semarang? Pertama karena abangku susah untuk keluar dari kota Semarang (sibuknya ampun-ampunan deh), yang kedua karena foto prewed itu memang mau saya jadikan kenang-kenangan jaman pra wedding alias dari bertemu-pacaran di Semarang. Kenapa pilih Bintang Merah Photography (BMP)? Karena lagi diskonnn..tapi saya ngga cuma liat diskonannya aja,ada teman saya sudah pernah pake dan katanya bagus koq..walau sebenarnya saya ada pilihan ke fotografer lain yang menurut saya lebih bagus, tapi harganya nggak sesuai budget saya..semoga hasilnya nanti bagus yah..

Hal lainnya yang pasti paling semangat diurusin capeng wanita adalah kebaya dan make up. *Sok tahu..paling tidak saya, yang juga seorang wanita yang masih gadis (uhuyy), semangat nyari make up dan kebaya.. That's the most important thing in your big day! You are the queen! Oke, dengan semangat menggebu-gebu, saya browsing model kebaya, tempat jahit, dan tentu rajin-rajin nanya ke orang *iya lah ke orang, masa ke rumput yang bergoyang..

Saya kurang suka kebaya warna putih untuk adat, tapi kalau untuk pemberkatan warna putih itu seperti menunjukkan kamu masih suci..awwwhhhh..Inginnya sih kebaya pemberkatan dan kebaya adat dibedakan, tapi kata orang-orang sih rempong bangetttt, nanti diburu-buru, buat retouch make up aja diburu-buru..Ya sudah jadi saya memutuskan untuk memakai kebaya yang sama. Untuk keliatan beda, rencananya saya mau pakai veil di pemberkatan. Karena tidak ganti kebaya, saya memutuskan warna broken white dengan nuansa gold untuk kebaya pernikahan saya.


atau warna gold seperti ini,,


model seperti ini juga bagus,


Nah,, gambar yang kedua dan ketiga itu kebayanya aluira..sukaaaa..saya sudah ke butiknya,bagus-bagus kebayanyaaa..sudah ada niat untuk bikin di aluira, tapi dari mama mertua ada rekomen ke penjahit di dekat rumah di daerah cempaka putih, namanya Mas Min. Oke, saya simpan dulu niat saya, mana tahu dapat penjahit yang lebih bagus dan tentunya,,murah.

Untuk jas pengantin cowok, mungkin abangku pakai warna nuansa gold/cokelat muda/krem. Saya nggak suka jas warna putih, kesannya jadi seperti boyband..hehe..


Anyway selamat ya buat Astrid Tiar yang baru saja melangsungkan pernikahannya. Nah, untuk ronce saya nggak suka ronce yang panjang, saya suka seperti yang dipakai Astrid di atas, lebih cocok kalau nanti ditambah veil. Ah ga sabar deh bikin kebaya. Jadi semangat juga olahraga buat mengencangkan otot lengan, perut, paha!

Untuk make up, belum tahu mau pake siapa. Baru melirik ke sophia dan aluira. Pengen tes make up tapi koq mahal yah, 500 ribu rupiah bok! Pikir-pikir dulu deh.


Rabu, 27 Juni 2012

Pre-marital check up, perlukah?


Yang tidak kalah penting dari urusan sebelum pernikahan adalah pre-marital check up. Mengapa penting? Karena banyak sekali hal-hal mengenai kesehatan yang mungkin akan kita hadapi di dalam kehidupan pernikahan. Diskusi pre-marital check up juga dapat melihat kejujuran atau keterbukaan pasangan kita. Kondisi kesehatan sebelum menikah bila diungkapkan dengan jujur bisa mengakibatkan pernikahan batal loh. Kalau salah satu pasangan menolak harga mati tes ini, kemungkinan besar ada sesuatu yang ditutup-tutupi, hal ini bisa menjadi pemicu batalnya pernikahan. *Idih amit-amit deh!

Nah, apa saja sih yang perlu dites kesehatannya sebelum menikah?

1.       General check-up : Pemeriksaan kesehatan ini meliputi pemeriksaan fisik secara umum oleh dokter umum, pemeriksaan lab darah untuk mengetahui adanya abnormalitas pada darah (misalnya thalasemia), urin, foto x-ray paru, USG, gula darah, HBsAg untuk mengetahui adanya infeksi hepatitis B, VDLR untuk sifilis.

2.       TORCH untuk mengetahui adanya infeksi Toxoplasma, Rubella, Citomegalovirus (CMV), dan herpes. Virus-virus tersebut dapat menyebabkan adanya defek atau cacat pada bayi dan menyebabkan bayi lahir prematur.

3.       Tes kesuburan

4.       Tes genetika

Banyak sekali ya! Biayanya juga tidak murah. Maka harus kita pilah-pilih mana yang kita anggap paling penting dan sesuai budget tentunya. Kalau memiliki budget lebih tidak ada salahnya untuk cek semuanya. Misalnya, saya memelihara anjing dan kucing sejak kecil, jadi saya ingin tes TORCH.  Konsulkan dulu dengan dokter sebelum melakukan pre marital check up. 

Rabu, 30 Mei 2012

Say Holla again to the world

Holaaa!! Setelah sekian lama vakum, akhirnya saya tergerak lagi untuk meramaikan blog ini. Setelah beberapa bulan tenggelam dalam kesibukan profesi dokter (tsaaahhhh sok sibuk!), akhirnya saya kembali hadir dengan membawa kabar gembira!! Akhirnya setelah 6 tahun pacaran -- yang mana 3 tahun terakhir saya merasa kesepian ( lebayyy) karena pacar beda kota, susah sinyal, dan terakhir sibuk sadis menjalani masa-masa-kelam-tapi-apa-boleh-buat di anestesi undip -- kami memutuskan untuk menikah!! Yeah! Yippiiieeekayeeeyyy!! Nah, dalam beberapa bulan ke depan, lebih tepatnya 11 bulan ke depan blog ini akan berisi tentang persiapan merit saya..agak melenceng dari tujuan awal, tapi saya akan tetap menulis tentang kesehatan/medis juga koq. Enjoy!

Sabtu, 22 Oktober 2011

TENTANG MITRAL VALVE PROLAPS (MVP) dan MITRAL REGURGITATION TRIVIAL

Kemajuan ilmu dan teknologi di dunia kedokteran terkadang membuat pasien menjadi cemas. Kenapa demikian? Karena adanya istilah-istilah yang sebenarnya tidak terlalu penting atau berpengaruh yang justru membuat pasien bertanya-tanya penyakit apa yang sedang dideritanya.

Ekokardiografi adalah prosedur diagnostik yang menggunakan gelombang suara ultra untuk mengamati struktur jantung dan pembuluh darah serta menilai fungsi jantung. Alat ini demikian canggih, khususnya color Doppler yang dapat mendeteksi adanya sekelompok kecil sel darah merah yang masuk ke atrium setiap katup atrioventrikular menutup. Kasus fisiologis yang terdeteksi oleh ekokardiografi ini dinamakan Trivial Mitral Regurgitation atau Tricuspidal Regurgitation. Nah, sering kali pasien cenderung cemas dengan hasil MR/TR Trivial ini. Trivial dalam Oxford Learner’s Thesaurus berarti not important atau tidak penting. Jadi, jangan langsung cemas dulu jika anda mendapatkan hasil MR/TR Trivial setelah anda melakukan pemeriksaan ekokardiografi. Namun MR/TR Trivial ini bisa menjadi penting bila ada adanya diagnosis penyakit jantung yang telah tegak (misalnya kardiomiopati dilatasi), PPOK (penyakit paru obstruktif kronik), dll.

Ekokardiografi juga dapat mendeteksi adanya prolaps katup mitral atau mitral valve prolaps (MVP). Prolaps katup mitral adalah suatu sindrom klinik yang disebabkan oleh berbaliknya satu atau lebih apparatus katup mitral, daun katup, korda tendinea, muskulus papilaris, dan anulus katup dengan atau tanpa regurgitasi mitral. Nama lain dari Prolaps Katup Mitral adalah sindrom murmur klik sistolik, sindrom Barlow, katup mitral miksomatosa, billowing mitral cusp syndrome, dan redundant cusp syndrome. Pada prolaps katup mitral, selama ventrikel berkontraksi, daun katup menonjol ke atrium kiri, kadang-kadang memungkinkan terjadinya kebocoran (regurgitasi) sejumlah kecil darah ke dalam atrium.



Prevalensi Prolaps Katup Mitral di antara penyakit katup jantung 3--5% dari populasi. Wanita dua kali lebih banyak dari pria.

Penyebab / Faktor Resiko :

  •        Herediter/keturunan, khususnya mereka yang memiliki penyakit jaringan penyambung yang disebut     Sindroma Marfan yang menyebabkan gangguan pertumbuhan tubuh, sendi-sendi longgar, dan aneurisma aorta.
  •        Stres
  •        Kelelahan
  •        Wanita kurus yang memiliki kelainan dinding dada (misalnya skoliosis)
  •        Penderita kelainan septum atrial yang letaknya tinggi pada dinding jantung (ostium sekundum)
  •        Kehamilan (karena meningkatnya volume darah dan beban kerja jantung)

Gejala
Sebagian besar penderita tidak memiliki gejala. Pada banyak kasus, pasien asimtomatik dengan PKM biasanya mengalami kecemasan yang tidak semestinya akibat sakit jantungnya.Biasanya gejala muncul karena adanya regurgitasi. Gejala yang sering muncul antara lain :
  •         Nyeri dada
  •         Sakit kepala migren
  •         Palpitasi
  •         Kelelahan
  •         Pusing
Diagnosis
Berat badan pasien biasanya menurun, tekanan darah normal atau rendah, dan dapat terjadi hipotensi ortostatik. Prevalensi straight back syndrome sering terjadi, juga skoliosis, pectus excavatum, dan menyempitnya diameter anteroposterior tulang dada. RM dapat dideteksi pada palpasi di prekordium dan pulsasi karotis sebagai tanda khas.

Penemuan auskultasi pada sindrom PKM dapat dilakukan bersamaan dengan fonokardiografi. Gambaran auskultasi penting adalah klik midsistolik dan klik sistolik 0,14 detik setelah S1. Multipel mid dan sistolik lanjut didengar sepanjang sternum kiri bawah yang diartikan sebagai tekanan tiba-tiba dari perpanjangan korda tendinea dan prolaps dari daun katup. Klik ini sering terjadi, tetapi tidak bervariasi, diikuti dengan sistolik murmur kreskendo lanjut.

Ekokardiografi berperan penting dalam diagnostik sindroma Prolaps Katup Mitral dan untuk menentukan derajat regurgitasi mitral.

Penatalaksanaan
Pada pasien asimtomatik, dengan tidak adanya aritmia pada EKG rutin dan auskultasi panjang, dengan segmen ST normal dan tanpa bukti RM, mempunyai prognosis yang baik. Kemudian harus diikuti dalam 3--5 tahun. Hal ini termasuk pemeriksaan ekokardiogram 2 dimensi dan Doppler. Pasien dengan murmur sistolik yang panjang memperlihatkan frekuensi atau interval hampir 12 bulan.

Profilaksis endokarditis dianjurkan pada pasien dengan murmur sistolik tipikal dengan karakteristik ekokardiografi menggambarkan PKM dan beberapa bukti adanya PKM. Profilaksis tidak dianjurkan pada pasien wanita dengan klik midsistolik tanpa murmur sistolik. Rekomendasi lain mengungkapkan, profilaksis dilakukan pada pasien dengan karakteristik kompleks murmur klik sistolik yang dihubungkan dengan adanya bakteriemia sehingga diobati dengan antibiotik profilaksis endokarditis. Yaitu, pada pasien dengan klik sistolik isolasi berdasarkan ekokardiografi PKM dengan RM berat. Beberapa rekomendasi lain adalah pemberian antibiotik profilaksis pada pasien dengan klik sistolik isolasi yang menunjukkan bukti risiko tinggi PKM melalui ekokardiografi tanpa adanya RM.

Terapi harian aspirin direkomendasikan pada PKM dengan adanya fokal neurologis yang memiliki irama sinus dengan atau tanpa trombus di atrium. Ini diindikasikan pada pasien PKM pascastroke yang dikontraindikasikan mendapat antikoagulan. Namun, pada pasien dengan PKM, kejadian serebral dan yang timbul karena kasus lain, terapi antikoagulan dan atau aspirin dapat diberikan.

Terapi warfarin diberikan pada pasien PKM dengan fibrilasi atrial / fibrilasi atrial paroksismal dan beberapa pasien yang mendapat serangan TIA meskipun dalam pemberian terapi aspirin.

Pasien dengan riwayat palpitasi, sakit kepala, pingsan, aritmia ventrikel, dan Q-T memanjang pada EKG rutin, seharusnya menjalani pemantauan EKG ambulatori (24 jam) atau EKG latihan atau keduanya untuk mendeteksi aritmia. Sekalipun risiko kematian mendadak rendah, penelitian elektrofisiologi terhadap karakteristik aritmia pada pasien simtomatik harus dilakukan.

Penghambat beta berguna pada pengobatan sekunder palpitasi mengingat seringnya ventrikular premature beat dan episode lanjut takikardi supraventrikuler. Obat-obat ini berguna dalam pengobatan tidak enak di dada, bersamaan pasien dengan PJK dan dengan pembuluh koroner normal yang gejala-gejalanya mungkin disebabkan oleh iskemik regional sekunder pada PKM.

Ablasi melalui frekuensi gelombang dengan saluran ini berguna pada frekuensi atau episode memanjang dari takikardi supraventrikuler.

Pembedahan katup mitral diperlukan pada pasien PKM dengan kegagalan ventrikel kiri yang diakibatkan oleh RM berat yang tidak responsif dengan pengobatan. Bedah rekonstruksi tanpa penggantian katup dimungkinkan. Hampir setengah dari keseluruhan rekonstruksi katup mitral dengan RM pada pasien dengan PKM.

Di antara 252 pasien yang menjalani operasi di Rumah Sakit Wanita Brigham, reseksi pada banyak segmen katup yang deformitas dan insersi ring annuloplasti untuk mengecilkan dilatasi anulus adalah prosedur yang paling banyak dilakukan. Ruptur pada korda daun katup anterior kadang-kadang diobati dengan transfer korda dari daun katup posterior. Pada kasus lain, pemendekan korda dan atau muskulus papilaris diperlukan. Mortalitas operasi adalah 2%. Degenerasi katup struktural terjadi pada 15 persen dalam 5 tahun.

Kepustakaan lain mengungkapkan manajemen pasien PKM yang memerlukan tindakan bedah, terutama berkembangnya daun katup mitral akibat ruptur dan elongasi korda tendinea. Pembedahan ini umumnya berhasil, terutama jika predominan pada daun katup posterior. Pembedahan kurang direkomendasikan pada pasien dengan RM dan gejala yang berat yang memerlukan penggantian katup. Penggantian katup dengan mempertahankan korda direkomendasikan pada pasien asimtomatik dengan RM berat dan atrial fibrilasi kronik. Namun, sedikit data mendukung pembedahan pada pasien asimtomatik dengan RM berat dan tekanan arteri pulmonalis di atas 50 mmHg atau tekanan arteri pulmonalis latihan di atas 60 mmHg.
Bagaimanapun, pada klasifikasi III dan IV simtomatik harus dilakukan tindakan pembedahan. Pasien dengan RM berat dan tromboemboli berulang, meskipun mendapat antikoagulan direkomendasikan pembedahan katup mitral jika perbaikan katup mitral dipertahankan. Pembedahan tidak direkomendasikan pada pasien dengan RM berat dan rekuren aritmia ventrikel meskipun mendapat pengobatan.

Kesimpulan
Mayoritas sindrom PKM asimtomatik. Observasi dilakukan setiap tahun dengan memperhatikan komplikasi yang mungkin terjadi dari sindrom PKM sehingga dapat dilakukan penanganan yang tepat.

Senin, 29 Agustus 2011

I am proud of kebaya!!

Sebentar lagi wisuda,,pake kebaya lagi!!Yippiiee!! Setelah iseng-iseng cari model kebaya, saya malah menemukan beberapa tips & trik memilih kebaya. Saat ini ada banyak sekali model kebaya, baik itu kebaya etnik maupun kebaya modern, tetapi belum tentu semua model itu sesuai dengan bentuk tubuh kita. Lebih baik mencari model kebaya yang sesuai dengan bentuk tubuh, daripada model terbaru tapi kurang cocok dipakai. Tetapi semuanya kembali lagi ke seberapa pede kita memakainya, dan inner beauty tetap nomor satu. Nah, berikut beberapa saran model kebaya yang sesuai dengan bentuk tubuh kamu. Check it out!

Mini dan Kurus Model sabrina, off shoulder, model V Model gelembung, kerut Sampai pinggang atau paha Jangan pilih motif terlalu besar Pilih bawahan dengan panjang selutut atau semata kaki, hindari bawahan yang terlalu panjang

Mini dan Berisi Model sabrina, off shoulder, model V Model menyempit atau melebar pada bagian bawah Menutupi pinggul Pilih motif simpel, hindari yang terlalu banyak motif detail Pilih model lurus dengan panjang maksimal sampai mata kaki

Tinggi dan Kurus Model stand collar, model mandarin atauturtleneck Untuk model lengan, bebas menggunakan model apapun, misalnya model lonceng, kerut, lengan pendek, dan lainnya Tubuh tinggi dapat bebas menentukan panjang bawahan Bisa dengan model kerut atau lipit Gunakan kain dengan sedikit melebar pada bagian bawah atau model lurus

Tinggi dan Berisi Model sabrina, model V Model menyempit atau melebar pada bagian bawah Menutupi daerah pinggul Kerut vertikal, hindari kerut pada bagian perut atau lengan Dapat menggunakan bawahan yang menutupi kaki, model duyung atau celana panjang skinny

Warna kebaya modern juga dapat disesuaikan dengan bentuk tubuh. Untuk Anda yang bertubuh kurus sebaiknya menggunakan warna cerah. Sedangkan bagi yang tubuhnya berisi, untuk membuat tubuh terlihat lebih kecil, Anda dapat memilih warna gelap atau warna-warna lembut untuk kebaya Anda.




Saat ini kebaya tidak lagi menjadi model baju jadul yang sering dipakai oleh mbah-mbah, seiring dengan perkembangan fashion, kebaya pun berkembang mengikuti permintaan jaman. Berikut jenis-jenis kebaya dari jaman eyang kita dulu sampai beragam kebaya modifikasi.

Kebaya Kartini adalah ‘warisan’ model kebaya yang dikenakan oleh perempuan ningrat semasa era R.A Kartini. Tak heran bila kebaya model ini disebut dengan istilah Kebaya Kartini. Potongannya mirip dengan Kebaya Encim, namun terdapat perbedaan, yakni lipatan pada bagian dada. Panjang kebaya juga menutup panggul. Ciri khas lainnya adalah lipatan kerah yang membentuk garis vertikal, sehingga membuat pemakainya terkesan lebih tinggi dan ramping. Kesan klasik- eksotis akan terasa lebih kuat, jika dikenakan dengan long torso atau korset terpisah. Kenakan dengan stolla dan Anda pun akan terlihat lebih chic dan dramatic.

 

Kebaya Kutubaru Siluet Kebaya Kutubaru ini ditampilkan dalam bentuk gier (lapisan bagian tengah muka kebaya) dan sebagai pembatasnya menggunakan kutubaru (kaitan benang). Potongan kebaya seperti ini lebih berkesan standar dengan lengan agak pas. Biasanya busana Kebaya Kutubaru menggunakan tambahan korset atau long torso
 yang terpisah dari kebaya. 



Kebaya Buka Depan Siluet kebaya ini menggunakan potongan kerah yang umum dipakai. Yakni sedikit rendah dengan bukaan kancing sengkelit depan dan siluet kebaya yang melingkar ke belakang. Desain kebaya ini akan terkesan sedikit modern dengan menggunakan bahan tulle yang diaplikasi dengan french lace. Pada saat dikenakan biasanya menggunakan bustier
 atau korset yang terpisah.



Nah, akhirnya saya memilih kebaya modifikasi model berikut ini untuk sumpah dokter nanti.. =)